Tips menghadapi celaan dan bully

  • Whatsapp
Ilustrasi (Sumber gambar:pixabay.com)

Cemooh, celaan, ledekan, olok olok, caci maki bukan hal baru dalam kehidupan manusia. Hal ini sudah ada dari jaman dahulu. Namun apa sih bedanya zaman dulu dengan sekarang?

Dahulu orang membully itu hanya kepada orang yang dikenal saja, sedangkan orang yang tidak dikenal apalagi beda negara maka tidak mungkin orang tersebut bisa mendapat bulian dari orang yang tidak ada sangkut-pautnya dengan kehidupannya, ruangnya sempit.

Dengan adanya medsos, kasus bully membully, cela-mencela menjadi lebih marak dan terekspose, terlebih jika terdapat fasilitas untuk memberi komentar. Jadi bagi anda yang mau aman dari bullian orang yang tidak kenal, maka jangan pernah memakai media sosial

Disini kita akan share beberapa tips agar kita tidak jadi pelaku bully dan sikap kita jika menjadi korban bully

A. Agar tidak menjadi pelaku

1.Pahami tujuan dari adanya syari’at.

Semua tuntunan Islam mengandung kemaslahatan, diantara tuntunan Islam adalah penjagaan terhadap kehormatan orang. Jika semua orang mengamalkan norma-norma tersebut, maka tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan akan harmonis dan sinergis, tanpa ada cela-mencela dan merendahkan martabat orang. Norma-norma Islam mengatur agar tatanan kehidupan menjadi harmonis, sinergis dan bahu membahu untuk kemaslahatan yang lebih besar.

2.Apa yang kita lakukan ada hisabnya.

Perkataan, perbuatan nanti akan diperhitungkan di hari akhir. Jika keimanan terhadap hari akhir sudah mendarah daging, tentu kita tidak mudah melontarkan kata-kata celaan terhadap orang lain, lebih-lebih kita tidak tabayun, dan hanya sekedar persangkaan saja sehingga mudah menilai jelek orang lain.

3.Orang yang didzalimi doanya makbul.

Selain kerugian di akhirat dengan hisab kedzaliman kepada orang lain, di duniapun merugikan kita. Orang yang didzalimi itu doanya mustajab, bagaimana jika korban bully kemudian diwaktu-waktu yang mustajab mendoakan kecelakaan pada kita?

4.Berfikir dulu sebelum berkata.

Mencela itu bukan tindakan spontanitas. Jangan mudah melontarkan kata-kata atau berkomentar terhadap apa-apa yang kita tidak tau banyak hakikatnya. Banyak-banyaklah dan sering-seringlah berlatih menjaga lisan dan tulisan.

Lalu bagaimana jika memang yang kita cela itu memang tercela? walaupun orang tersebut memang tercela, tetap perhatikanlah adab untuk menasehati saudara kita. Islam sudah mengajarkan bagaimana adab menasehati orang. Karena kembali ke point pertama. Semua manusia punya kehormatan dan itu wajib kita jaga, terlebih menasehati orang-orang yang mempunyai kedudukan atau tokoh masyarakat.

5.Perlakukanlah orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

Kamu tentu tidak suka kan dibully orang, maka orang lain pun begitu. Kamu ingin dapat perlakuan baik dari orang lain, maka kamu perlakukanlah orang dengan baik.

6.Bersyukur dan berdoa

Jika kamu melihat orang lain kurang baik perilakukannya, atau apapun itu. Maka hal yang terpenting adalah kamu berdoa supaya hal itu tidak menimpamu. Karena kejelekan itu sebetulnya musibah. So hafalkan doa ini dan amalkan setiap kamu melihat hal hal jelek terjadi pada orang lain.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً.

“Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan aku dari cobaan yang Allah berikan kepadamu, Allah telah memberi kelebihan kepadaku, melebihi orang banyak.”

Jangan lupa juga ya mendoakan saudara kita yang salah supaya dia menjadi lebih baik. Kan berdoa itu gratis, berpahala dan dicintai Allah lagi.

7. Selalu husnudzan dengan orang lain dan memberi udzur.

Jika melihat teman atau orang lain berlaku kurang baik dan kurang berkenan. Sikap kita pertama adalah positif thinking dan memberi udzur. Mungkin teman kita belum paham. Oh mungkin ilmunya belum sampai. Mungkin ada yang belum kita pahami dari masalahnya.

8. Mulutmu harimaumu.

Jika kalian pengguna medsos maka hendaknya mematuhi hukum positif yang berlaku. Perbuatan apa saja yang dilarang, maka Anda harus mengetahuinya. Sering kita mendengar berita orang-orang melaporkan suatu akun karena tulisannya di medsos ke pihak berwajib. Oleh karena itu, kalian harus berhati hati

Dan juga Ingat lho, sekarang rekam jejak digital kalian di medsos bisa jadi pertimbangan perusahaan yang akan menerimamu jadi karyawannya jika kelak kamu melamar pekerjaan.

Yuk kita jadi manusia yg menyenangkan dan beradab. Ada quote dari bahasa arab yg indah untuk kita ingat.

لو كان الكلام من فضة فالسكوت من ذهب

“Seandainya perkataan itu adalah perak maka diam adalah emas”

B. Saat diri menjadi korban bully

1. Jangan berharap kita bisa bebas dari celaan.

Di dunia ini siapa yang bisa bebas dari celaan. Orang sekelas Nabi Muhammad SAW saja yang sudah diakui dan mendapat gelar Al-Amin saja tidak luput dari celaan, apalagi kita yang bukan siapa-siapa. Bahkan Allah-pun dicela makhluqnya yang bodoh.

Para nabi dan rasul manusia-manusia pilihan saja sering kena celaan dari kaumnya, oleh karena itu kita dituntut untuk bersabar menghadapi cobaan-cobaan hidup

2.Mempelajari akhlaq Rasul dalam menghadapi celaan.

Rasul tidak pernah marah dalam urusan dunia, Rasul hanya marah ketika agama yang dicela. Kalau kita introspeksi sifat marah kita, kebanyakan karena perkara dunia. Hikmahnya, islam mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang tangguh, yang tidak ngeper hanya karena celaan orang orang yang mencela. Karena sejatinya, celaan tersebut itu tidak mencelakakan kita.

3.Menghibur diri

Hiburlah diri anda dan tanamkan dalam benak anda, bahwa celaan yang anda dapatkan itu adalah bentuk perhatian orang lain kepada kita. Sejatinya orang yang mencela itu meluangkan waktunya untuk kita dan memperhatikan kita. Hanya saja caranya tidak tepat. malah kasihanilah mereka karena apa yang mereka lakukan itu yang akan diperhitungkan di akhirat kelak.

4.Islam mengajarkan untuk berjiwa besar, berhati lapang dan pemaaf.

Dan tentu ganjaran orang yang bisa lulus di ujian ini tidak akan Allah sia siakan.
“Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (Ali ‘Imran:134).

5. Jika celaan itu memang benar dan bisa kita ubah, maka ubahlah.

Maka kenapa tidak kita berubah menjadi lebih baik. Misalkan: Dasar gemuk !. Ya sudah perbaiki diri saja atur pola makan dan hidup lebih sehat. Jika celaan itu tidak benar maka hiraukan saja. Karena perkataan manusia tidak ada ujungnya. So jangan habiskan waktumu untuk memikirkan celaan orang

Semoga kita dapat lebih bijak dalam bermuamalah baik didunia nyata maupun didunia maya agar kita tidak mudah mencela dan tidak ngeper ketika dicela.

  • Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *