Tips memupuk rasa percaya diri pada anak

  • Whatsapp

Bagaimana agar anak menjadi pribadi yang percaya diri, tidak minderan, sehingga anak dapat mengembangkan potensi dirinya secara maksimal?
Berikut ini tips untuk mengembankan rasa percaya diri pada anak

1. Panggillah anak degan panggilan julukan yang bagus

Diantara hal yang membuat anak dapat merasakan bahwa dirinya dihargai dan memiliki kebebasan, serta dapat menumuhkan kejantanannya dan memunculkan perasaan positif dalam dirinya adalah pangilan dengan julukan yang baik. Contohnya: Wahai Muhammad, wahai Abu ‘Abdillah.
Perhatikanlah bagaimana Rasulullah saw selalu berusaha memanggil anak dengan julukan namanya. Beliau pernah mencandai Anas dan berkata kepadanya: “Wahai Abu ‘Umair, apa yang terjadi dengan burung kecil milikmu?”

2. Buatlah dia menghargai dirinya sendiri dan yakin akan kemampuannya sendiri.

Seorang anak yang yakin akan kemampuan dirinya sendiri insyaAllah akan menjadi anak yang berhasil kelak.

Seorang anak yang yakin akan kemampuan dirinya sendiri dan mengetahui bahwa dirinya memiliki kemampuan adalah anak yang orang tuanya selalu memberikan kepercayaan penuh kepadanya. Kedua orangtuanya mengetahui ada potensi yang dimiliki anaknya itu dan dia berusaha memberikan motivasi kepadanya agar potensi itu terus dikembangkan.

Setiap anak memiliki hak untuk merasakan rasa cinta dari kedua orangtua, bukan rasa cinta yang hanya diberikan saat sang anak memperoleh prestasi yang baik di sekolah

3. Buatlah dirinya merasa percaya diri dan dihargai (dihormati)

Hindarilah memberikan kritikan dan menyakiti hatinya. Diantara ungkapan-ungkapan yang membuat anak tidak merasa nyaman seperti “Kamu anak bodoh, begitu saja tidak paham”, atau “Kamu anak yang tidak baik dan tidak shalih” atau “Kamu sangat bodoh” dan ungkapan-ungkapan kasar lainnya yang membuat anak merasa hina dan tidak berharga.

Jika rasa ego Anda terus mendorong Anda mengucapkan kata cacian, makian, dan ucapan yang dapat menyakiti hatinya, maka ingatkanlah kepada diri Anda kata berikut “Dia hanyalah seorang anak kecil”

4. Biarkan anak memilih bajunya sendiri

Dengan sikap seperti itu, Anda telah memperlihatkan kepadanya bahwa Anda menghormati keputusan yang diambil olehnya. Anda hanya cukup memposisikan diri Anda sebagai orang yang betugas menjelaskan hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh, yang pantas dan yang tidak pantas.

5. Berikanlah anak tugas-tugas yang ringan terlebih dahulu

Cara seperti ini dapat menanakan rasa cinta untuk menunaikan tugas dengan baik pada diri anak dan membuat dirinya memiliki rasa percaya diri. Setelah itu, berikanlah hadiak kecil kepadanya, meski hanya berupa ucapan terimakasih

6. Berikanlah kesempatan Anak untuk mengungkapkan dan meminta apa yang dia inginkan

Seorang pendidik wanita menceritakan bahwa dirinya diserahi seorang anak yang bisu dan manja untuk diterapi olehnya. Setelah itu diketahui sebenarnya anak tersebut tidaklah bisu. Kebisuan itu terjadi karena sang ibu selalu dapat memahami apa yang diinginkan oleh anaknya dengan memandang kedua matanya. Sang ibu biasanya selalu memberikan apa yang diinginkan oleh anaknya itu tanpa menunggu anak mengucapkan permintaannya dengan kata-kata.

Pada saat anak itu dipisahkan dari orangtuanya dan dibiarkan tinggal bersama kerabat-kerabatnya yang tidak memberikan perhatian yang berlebihan kepadanya, anak tersebut menjadi anak yang dapat berbicara.

7. Sebutkanlah di hadapan anak hal-hal yang Anda dapat memetik pelajaran darinya

Sikap seperti ini membuat anak lebih bersikap hati-hati terhadap sikapnya sendiri, dan membuatnya memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Jangan sungkan untuk menceritakan persoalan-persoalan yang Anda hadapi kepadanya untuk memancing kreatifitasnya dalam memecahkan persoalan. Biasanya anak hanya memerlukan sedikit waktu untuk dapat berkreasi (memunculkan ide) dan hasil kreatifitasnya pun jauh lebih banyak

  • Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *