“Say No to Prank” Bahaya Ngeprank yang Tdak Disadari

  • Whatsapp

Belakangan ini, fenomena ngerjain orang makin populer. Ada yang ngerjain teman main, family bahkan saudara sendiri.

Yang bikin kita tambah ngelus dada adalah fenomena ini menjalar ke anak-anak. Bahkan guru disekolahpun jadi target ngeprank, apalagi kalau cuman sekedar temen sekelas.

Kisah berikut dapat menjadi bahan pengarahan ke anak-anak kita, agar dalam berinteraksi dengan orang lain harus mematuhi norma-norma yang baik. Diantara norma tersebut adalah sifat jujur dan tidak berdusta.

Dikisahkan, di suatu kampung …
Hiduplah seorang pemuda yang pekerjaannya menggembala kambing di hutan dekat dengan sebuah perkampungan

Penggembala tersebut mempunyai hobby bercanda…

Suatu hari dia ingin membuat sebuah candaan. Maka dia mulai merenung dan berfikir, sampailah dia mendapatkan sebuah ide. Tahukan kamu apa yang akan dia lakukan untuk membuat sebuah candaan?

Maka Sang penggembala berteriak dengan sekencang-kencangnya agar didengar oleh penduduk kampung
Serigala …. serigala … serigala, ada serigala, …tolong …

Maka segera saja orang-orang berdatangan untuk menolongnya dengan membawa berbagai senjata untuk mengusir serigala, ada yang membawa parang, ada yang membawa pisau dan ada juga yang membawa pentungan. Mereka begitu sigap karena khawatir serigala terlebih dahulu memangsa kambing-kambing gembalaan.

Mereka bertanya: “Mana serigalanya?”

Sang penggembala pun menjawab sambil terpingkal-pingkal: “Sungguh aku benar-benar mengerjain kalian”

Maka semua orang dibuat geram habis-habisan oleh penggembala. Ternyata itu hanya candaan sang penggembala

Dikemudian hari setelah kejadian tersebut berlalu, tiba tiba datanglah serigala yang menerkam dan memangsa kambing-kambingnya.

Sang pengembala kelabakan dan berteriak-teriak meminta pertolongan untuk mengusir dan membunuh serigala. Namun teriakannya diabaikan oleh semua penduduk kampung… Mereka berpikir bahwa sang pengembala membuat candaan lagi.

Naas sekali nasib sang pengembala. Serigala berhasil memangsa banyak kambing kambingnya.

Sang penggembala hanya bisa bersedih menyesali apa yang terjadi dan berkata pada dirinya “Inilah balasan atas perbuatanku kemarin”

Hmmmm …
Coba deh kita ambil pelajaran dari cerita di atas dengan fenomena saat ini. Kisah di atas kalo di istilahkan zaman now ya dibilang ngePRANK.

Berbohong itu haram, tidak boleh walaupun niatnya bercanda. Sejatinya bercanda itu perkara mubah. Tetapi tidak boleh dibumbui atau malah sengaja berdusta atau berbohong demi menghibur diri atau menghibur orang lain.

Islam tidak memerintahkan kecuali itu baik buat dunia dan akhirat kita, dan tidak melarang kecuali itu buruk untuk dunia dan akhirat kita.

Jadi mulai sekarang say no to prank ya

Sumber cerita dan gambar:
Tarbiyatul Islamiyah, li Ash-Shaffi Ats-Tsani Al-Asasi, Al-Juz’u Al-Awwal, Palestine

  • Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *