Peran Keluarga dalam Pembentukan Karakter Anak

  • Whatsapp
Peran penting keluarga dalam pembentukan karaktr anak

Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan keuntungan-keuntungan jika ayah dan bunda memiliki anak-anak yang shalih. Keuntungan tersebut tidak hanya keuntungan akhirat, bahkan juga keuntungan di dunia. Pada artikel berikut ini, sedikit memberi gambaran langkah awal agar impian ayah dan bunda mempunyai anak-anak yang shalih dapat terwujud.

Tanggung jawab orang tua, tidak hanya jasmani anak

Setiap orang tua tentu berharap agar anak-anaknya sukses dunia akhirat, menjadi penyejuk pandangan mata, segala usaha dilakukan bahkan mereka rela kerja keras berangkat pagi pulang malam, konon… “Untuk siapa lagi kalau bukan demi anak”

Tapi apakah cukup dengan memberikan nutrisi yang bergizi tinggi dan menyekolahkan di sekolah yang bagus (baca: mahal), lantas keinginan ayah dan bunda tercapai? Banyak kasus dimana sekolah mahal tidak selalu berbanding lurus dengan hasil yang bagus. Banyak kasus dimana ayah dan bunda sudah menyekolahkan di sekolah yang mahal, tetapi shalatnya tidak lebih rajin dari pada anak-anak yang belajar di sekolah biasa (bukan sekolah mahal). Bacaan Al-Qurannya tidak lebih baik dari anak-anak yang belajar di sekolah biasa. Akhlaknya tidak lebih bagus dari anak-anak lain yang disekolahkan di sekolah biasa. Lalu, ayah dan bunda harus bagaimana?

Peran penting keluarga

Seorang pakar pendidikan mengatakan bahwa keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Bahkan Beliau menyatakan bahwa karakter anak dibentuk dari 3 pengaruh besar:

  • Keluarga sebesar 60%
  • Lingkungan sebesar 20%
  • Sekolah sebesar 20%

Celakanya kalau keluarga tidak mengambil peran dalam pendidikan karakter anak. Yang akan terjadi adalah 80% karakter anak akan dibentuk oleh lingkungan dan 20% dibentuk oleh sekolah. Dari sini jelas bahwa ayah dan bunda harus berperan aktif dalam pendidikan anak-anak, tidak cukup dengan menyerahkan di sekolah walaupun sekolah itu bagus dan mahal.

Di mata anak, Ayah dan bunda merupakan orang paling hebat, mereka akan mencontoh dan mengikuti karakter dan keseharian ayah dan bunda, maka ayah bunda harus punya perhatian dan usaha serius untuk mengambil peran dalam pembentukan karakter anak-anaknya.

Mengoptimalkan Fase Usia Dini

Selain besarnya peran keluarga, ayah dan bunda juga harus konsen dengan “golden age”. Pada “Golden age” pertumbuhan dan pembentukan anak sangat menentukan pembentukan anak tersebut kedepannya. Karakter dan sistem nilai yang terbentuk di usia anak-anak akan menjadi karakter dan sistem nilainya sampai dewasa. Jika seorang anak telah terbentuk karakter yang baik saat kecil, maka karakter baik ini akan kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh pengaruh-pengaruh eksternal di masa dewasa dan tuanya.

Seorang Psikolog, Renee Doba mengatakan dalam bukunya “Insaniyyatul Insan” berkata: “Aku tumbuh sehat, sukses dan bahagia di Amerika. Tapi meski sudah 40 tahun di Amerika, aku tidak bisa melupakan kebiasaan masa kecilku saat di Perancis dulu. Disanalah karakterku terbentuk dan karakter itu tidak mungkin hilang dari diriku.

Dari sini, ayah dan bunda harus berperan aktif dalam membentuk karakter dan sistem nilai anak-anak sejak dini, jangan sampai terlambat, karena ketika anak sudah mulai dewasa, dimana karakter sudah terbentuk secara sempurna, disaat itu karakter anak sudah sulit untuk dirubah.

Penutup

Terakhir, Allah telah memerintahkan dan menegaskan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api (At-Tahrim:66)

Sudahkah ayah dan bunda memberikan porsi yang cukup menunaikan tanggung jawab akan pendidikan di keluarga atas anak-anaknya?

Referensi:
Rumahku Madrasah Pertamaku, karya Dr. Khalid Ahmad Syantut

  • Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *