Pendidikan Ruhiyah Anak Dimulai dari Pranikah

  • Whatsapp
pendidikan prewedding
Ilustrasi (sumber gambar: pixabay.com)

Allah telah menjadikan manusia sebagai makhluk yang istimewa. Salah satu keistimewaan tersebut adalah bahwa kita terbentuk dari jasad dan ruh, atau jasmani dan rohani. Unsur ruh ini lebih penting dibanding jasad, megapa? Karena di dalam ruh kita terkandung nilai-nilai aqidah dan akhlak yang membedakan kita dengan makhluk lain.

Aspek ruh harus mendapat perhatian lebih dibandingkan dengan perhatian kita akan jasad. Ketika manusia meninggal, jasad akan hancur sementara ruh akan tetap ada.

Ironisnya pada zaman sekarang, sebagian muslimin terpengaruh dengan pemikiran barat yang kurang memberikan perhatian akan aspek ruhiah ini. Kalau hanya sekedar melahirkan dan membesarkan anak, lantas apa bedanya manusia dengan binatang.

Satu-satunya solusi agar tumbuh masyarakat yang Islami, terealisasi tatanan masyarakat yang sejati sebagai manusia adalah dengan pendidikan Islam. Dalam Islam terkandung penjagaan agama, jiwa, akal, keturunan dan harta yang dengan hal-hal dasar tersebutlah terbentuk tatanan masyarakat yang ideal.

Artikel berikut ini membahas pendidikan ruhani anak saat pranikah, diantaranya dengan:

Mencari pasangan yang shalihah

Jika tujuan pernikahan adalah untuk menjaga diri dari kemaksiatan dan memperoleh keturunan yang shalih, maka dalam mencari pasangan juga harus yang shalih. Sebab kesalihan orang tua merupakan pilar bagi keluarga Islami. Diantara unsur yang harus muncul adalah bahwa calon pasangan harus bervisi akhirat, karena dengan kesamaan visi inilah perjalanan bahtera rumah tangga akan lebih ringan jalannya dalam menggapai ridha dan keberkahan dari  Allah serta lebih tahan menghadari pasang surut dan asam garamnya kehidupan rumah tangga.

Dengan memilih pasangan yang shalih, maka kita juga akan lebih siap untuk membentengi anak-anak kita dari rayuan syaitan yang telah bersumpah untuk mencari pengikut sebanyak-banyaknya.

Membaca doa sebelum berhubungan intim

Semua apa yang terjadi di muka bumi ini adalah atas kehendak-Nya, dan Allah telah mensyariatkan apa-apa saja yang menjadi sebab musabab sebuah kejadian bisa terjadi. Sebab tersebut ada yang sifatnya kauni dan ada yang sifatnya syar’i.

Diantara sebab syar’i agar keturunan kita dijauhkan dari ganguan syaitan adalah ketika sebelum berhubungan intim kita membaca doa yang telah Rasulullah contohkan, yakni:

بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan membaca doa tersebut, maka jika hubungan tersebut ditakdirkan terlahir anak, maka anak yang lahir tersebut akan terlindungi dari syaitan.

Bersyukur atas karunia Allah

Kemudian ketika buah hati lahir, maka harus bersyukur atas karunia besar tersebut, baik anak yang lahir tersebut laki-laki ataupun perempuan. Dengan syukur tersebut Allah akan menambahkan keberkahan dalam hidupnya.

Diantara bentuk syukur tersebut dengan mengadakan aqiqah dan memberi nama yang baik kepada sang buah hati.

Memberi nafkah dari harta yang halal

Seorang kepala rumah tangga berkewajiban memberi nafkah kepada anggautanya, tentu dari harta yang halal. Dengan harta yang halal tersebut, maka keberhakan hidup dalam rumah tangga tersebut akan bertambah.

Demikian gambaran singkat pendidikan ruhani agar terlahir anak-anak yang shalih dan shalihah yang kelak akan menjadi kebanggaan keluarga dan agamanya.

Mudah-mudahan Allah mengaruniakan kepada kita keturunan yang shalih dan shalihah, aamiin

  • Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *