Meet and Greet dengan Sang Idola

  • Whatsapp
Ilustrasi, sumber gambar:pixabay.com

Ditembok kamar dan rumah terpampang sesosok tokoh. Detail-detail kehidupan sang tokoh dia ketahui layaknya dia sudah kenal dekat sekali. Benda-benda dan apa-apa yang dimiliki pasti berbau sang idola. Gaya dan tingkah lakupun jika bisa ditiru maka akan diikuti. Bahkan sering baper dengan apa-apa yang dilakukan sang idola. Selalu bermimpi untuk bertemu dengannya. Apapun dibela-belain demi sang idola, walau harus merengek kepada orang tua.

Potret tadi biasa terjadi untuk banyak remaja terhadap sang Idola. Idola .. tentu semua orang punya sosok yang dikagumi dan diikuti, baik anak kecil maupun orang dewasa. Ketika ditanya siapa idolanya tentu akan menjawab dan menyebutkan sang tokoh. Dibalik pengidolaan tersebut pasti ada alasan yang melatar belakangi. Namun taukah teman idola yang kita pilih itu menunjukan kadar pemahaman agama seseorang. Ya ! Sejatinya idola itu erat berkaitan dengan aqidah kita.

Peran serta orang tua sangat berpengaruh terhadap penokohan seorang idola bagi sang anak. Karena orang tualah yang mempunyai peran utama dan pertama bagi anak. Sedih rasanya jika seorang muslim mengidolakan seseorang yang tidak layak dijadikan idola, terlebih-lebih mengidolakan orang kafir. Na’udzubillah.

Pernahkah anda mendengar atau membaca sebuah hadits yang dikeluarkan dari lisan yang mulia
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
Engkau bersama dengan orang yang engkau cintai

Penggambaran ini menjadi dua kabar, kabar baik dan kabar buruk.
Baik jika memang apa yang kita pilih sebagai idola itu benar
Dan buruk apa bila yang kita pilih sebagi idola itu keliru.

Rasul saw memberitahukan jika kita mencintai seseorang maka dia akan bersamanya kelak di akhirat. Bayangkan teman, meet and greatnya bukan sebatas di dunia tapi di akhirat. Dan hanya ada 2 tempat di akhirat sana, surga dan neraka. Jadi jangan salah pilih idola, jangan keliru pilih panutan.

Apa tugas kita sebagai orang tua?

Orang tua mempunyai tanggung jawab terhadap anaknya:

  • Mengajarkan siapa yang layak dicintai dan dijadikan tokoh panutan
  • Mengenalkannya (cinta tentu di mulai dari perkenalan bukan?)
  • Menanamkan kecintaan terhadapnya
  • Merefleksikan bentuk kecintaan terhadap sang idola sebagai bukti bahwa dia mencintai idolanya.

Jika orang tua sudah bisa memberikan hal diatas. Maka sang anak, kecil kemungkinannya mengidolakan seseorang yang salah. Mengapa? karena kita sudah mencukupkan diri dengan seseorang yang sempurna

Siapakah sosok idola sejati

Mencari sosok idola sejati sebetulnya tidak perlu jauh-jauh, karena dia nyata dan paling sempurna keadaannya, selalu berhubungan dengan kehidupan kita, siapa lagi kalau bukan baginda Rasul saw.

Ya, tidak alasan untuk tidak menjadikan Beliau sebagai idola kita dan anak anak kita. Karena mencintainya adalah kewajiban bagi semua muslim dan bentuk kesempurnaan keimanan.

Bagaimana caranya agar anak mencintainya?

Pernahkan kita memperhatikan bagaimana orang-orang barat menciptakan tokoh-tokoh heroik fiktif yang efeknya memang banyak jadi panutan bagi anak. Lantas mengapa kita tidak bisa piawai dalam memberikan gambaran betapa nyata dan sempurnanya sosok baginda Rasul saw.
Ya, kepiawaian kita dalam memberikan gambaran terhadap baginda rasul adalah dengan

  • Berilmu tentang sirahnya/perjalanan hidup Beliau
  • Mencintai sunnahnya/ajarannya
  • Mengikuti sunnahnya/ajarannya

Mudah-mudahan Allah senantiasa memudahkan kita dan anak-anak kita untuk mengidolakan dan meneladani Rasulullah SAW sehingga kelak di akhirat dapat berjumpa dan bersama Beliau, amiin.

  • Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *