Mau Diet Sukses? Pahami Kandungan Kalori dan Indeks Glikemik

  • Whatsapp
Ilustrasi (Gambar:pixabay.com
Ilustrasi (Gambar:pixabay.com

Mempunyai tubuh ideal merupakan impian semua orang, terlebih bagi kaum hawa. Tetapi tidak selalu usaha untuk mempunyai tubuh ideal berjalan mulus, tidak jarang telah usaha dengan berbagai cara masih juga badan ini tambun. Dari suplemen ini itu, masih saja sulit untuk menurunkan berat badan.

Inti sukses diet adalah paham ilmu dan konsisten menjalaninya, oleh karena itu kita harus berilmu, setidaknya secara global akan ilmu nutrisi.

Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan berapa kalori asupan perhari. Artikel berikut ini menjelaskan kandungan kalori dan indeks glikemik yang ada pada makanan. Dua hal ini harus dipahami agar diet Anda sukses dan Anda menjalaninya dengan lebih ringan dan terasa enjoy.

Kandungan Kalori

Kalori merupakan satuan energi. Makanan yang kita konsumsi tentu mengandung kalori yang akan digunakan oleh tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dari aktivitas sel-sel tubuh, detak jantung, aktivitas fisik seperti bergerak, berlari dan aktivitas-aktivitas lainnya. Dengan asupan yang cukup, maka tubuh dapat berkaktivitas dengan baik tanpa kekurangan energi.

Masalahnya adalah jika kalori yang masuk yang berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, besarnya lebih banyak dari kebutuhan tubuh maka apa yang terjadi? Ya, kalori tersebut akan ditimbun. Kalori yang berlebih akan diubah tubuh menjadi cadangan energi berupa lemak. Lalu Jika tubuh dalam kondisi kelebihan kalori terus, otomatis berat badan kita akan naik.

Dari sini kita harus memahami agar asupan yang kita makan tidak over kalori, sehingga disarankan untuk memilih makanan dengan nilai kalori yang rendah tapi tinggi gizi. Sebagai contoh nasih putih vs nasi goreng. Satu porsi nasi goreng kandungan kalorinya sekitar 350 kcal (diasumsikan nasi + minyak goreng tanpa tambahan berbagai macam lauk) sedangkan nasi putih sekitar 250 kcal. Dengan pengetahuan seperti ini, kita dapat lebih selektif dalam memilih makanan agar asupan yang kita konsumsi tidak menjadi timbunan di tubuh kita

Kandungan indeks glikemik

Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat karbohidrat yang dimakan diubah menjadi gula. Nilai indeks glikemik dari 0-100, semakin tinggi nilainya maka semakin cepat karbohidrat diubah menjadi gula. Makanan dengan indeks glikemik rendah akan lebih lama diproses sehingga lebih lama menahan lapar. Bagi yang sedang program diet hendaknya memilih makanan dengan indeks glikemik rendah sehingga tubuh Anda lebih lama memberikan respon lapar. Lain halnya jika asupan Anda berindek glikemik tinggi yang berakibat Anda akan merasakan lapar lagi lebih cepat.

Pilih makanan yang kalori dan glikemiknya rendah

Dalam memilih makanan, hendaknya kita memperhatikan kandungan kalori dan indeks glikemik pada asupan yang kita makan, misalnya saja nasi putih vs nasi merah. Tiap 100 gr nasih putih mengandung sekitar 178 kcal, sedangkan 100 gr nasi merah mengandung sekitar 179,5 kcal. Kalau dilihat dari kandungan kalori antara nasi putih dengan nasi merah tidak berbeda jauh, akan tetapi bagaimana dengan indeks glikemiknya?

Nasi putih mempunyai indek glikemik sekitar 71-80 sedangkan nasi merah mempunyai indeks glikemik sekitar 55. Ini artinya bahwa dengan jumlah gram yang sama, nasi merah lebih tahan lama untuk menahan lapar dibandingkan dengan nasih putih.

Mudah-mudahan artikel ini membuka wawasan kita, sehingga kita lebih selektif dalam memilih asupan sehingga tubuh tidak lemas dan terasa lapar, akan tetapi tidak terjadi penimbunan kalori yang berakibat bertambahnya berat badan

  • Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *