Manfaat dan Madzarat Memberikan Gadget kepada Anak

  • Whatsapp
Ilustrasi, sumber gambar:pixabay.com

Beberapa bulan yang lalu masyarakat dibuat tercengang dengan pemberitaan bahwa ratusan anak dirawat di RSJ Provinsi Jabar dimana anak-anak tersebut mengalami gangguan jiwa karena penggunaan gadget yang berlebihan atau bisa dikatakan kecanduan gadget, sebegitu parahkan efeknya?

Seringkali orang tua memberikan gadget lantaran agar anak diem dan tidak rewel, sebagian orang tua cenderung menggunakan solusi instan agar anak-anaknya anteng. Bagaimana seharusnya sikap orang tua dalam mengatur penggunaan gadget anak-anak mereka?

Teknologi dikembangkan untuk kemaslahatan

Manusia mengembangkan ilmu dan teknologi tentu untuk kemaslahatan mereka, agar kualitas hidup mereka menjadi lebih baik. Namun kemajuan teknologi yang dikembangkan manusia, jika tidak digunakan secara bijak dapat memberikan madzarat bagi manusia itu sendiri.

Diantara bentuk kemajuan teknologi tersebut adalah adanya gadget atau smartphone. Disatu sisi, teknologi komunikasi yang satu ini sangat berguna sebagai media komunikasi: anak yang merantau di kota besar dapat melakukan video call dengan orang-tuanya di kampung, seorang ayah yang sedang tugas di luar kota juga tetap dapat menjalin komunikasi dengan anak dan istri yang sedang berada di rumah.

Akan tetapi, teknologi ini jika disalah-gunakan, untuk sesuatu yang sia-sia dan melalaikan, membuang-buang waktu, maka yang terjadi seperti berita di atas, banyak anak-anak yang sampai harus dirawat di RSJ.

Apakah Gadget terlarang buat anak-anak?

Pada asalnya segala sesuatu itu mubah-mubah saja hukumnya, akan tetapi jika dirasa hal tersebut berpotensi besar menimbulkan madzarat, maka orang-tua harus mempertimbangkan lagi, apakah memberi gadget kepada anak-anaknya atau tidak? Atau minimalnya mengatur/membatasi atau tidak.

Bunda jangan khawatir kalau anak-anak tidak dikenalkan gadget, maka anak-anak bunda akan gaptek dan ketinggalan zaman. Justru banyak orang-orang besar yang melarang/membatasi anak-anak mereka menggunakan gadget, sebut saja misalnya: Bill Gates (pendiri Microsoft) dan Steve Jobs (Pendiri Apple) yang menjauhkan anak-anaknya dari gadget. Mereka  melarang/membatasi penggunaan gadget untuk anak-anak karena paham akan bahaya gadget kalau disalah-gunakan atau digunakan tidak pada porsinya.

Gadget dan Kesehatan Mental

Jangankan yang masih anak-anak, orang dewasapun dapat terjangkiti kecanduan game atau gadget. Anak-anak dimana masih sedikitnya tanggung jawab yang harus mereka kerjakan, menjadi lebih rentan untuk kecanduan gadget.

Jika orang dewasa sedang asik main gadget, tetapi waktu sudah menunjukkan harus masuk kerja, maka dia akan stop dulu main gamenya atau dia siap menanggung resiko dipecat perusahaan. Bagaimana kira-kira dengan anak jika sedang asik main game? Ya, mereka bisa lebih sulit dikendalikan karena mereka belum punya tanggung yang cukup dan masih rendahnya akal nalar mereka, disinilah peran orang tua menjadi sangat urgent.

Diantara efek negatif yang dapat ditimbulkan oleh kecanduan gadget adalah

  • Emosi yang tidak stabil
  • Cenderung depresi
  • Cenderung agresif
  • Kurangnya sopan santun
  • Rendahnya kemampuan bersosialisasi, serta banyak hal negatif lainnya

Gadget dan Kesehatan Mata

Penggunakan gadget yang berlebihan juga berbahaya bagi mata. Menurut dr Made Susiyanti SpM, dokter spesialis mata di Rumah Sakit Jakarta Eye Center, penggunaan telepon seluler selama 2 jam terus menerus dapat mengakibatkan gangguan CVS (Computer Vision Syndrome)

Gadget dan Berharganya Waktu

Bagi orang Islam, waktu merupakan hal yang sangat berharga, bahkan salah satu surat dalam Al-Quran bernama Al-’Ashr yang bermakna waktu dan kita semua hafal surat tersebut. Manusia akan menjadi makhluk yang merugi jika tidak memanfaatkan waktunya untuk kebaikan, apalagi jika waktu diisi dengan sesuatu yang sia-sia dan membawa madzarat. Penggunaan gadget yang berlebih tidak hanya sia-sia, bahkan membawa madzarat seperti ulasan di atas.

Jika terpaksa harus menggunakan media gadget, alangkah baiknya Bunda untuk mendampingi saat menggunakannya sehingga penggunaan gadget lebih terukur pada hal-hal yang bermanfaat. Sebelum terlambat, alangkah baiknya Bunda mengatur kembali penggunaan gadget bagi anak-anaknya agar di masa depan tumbuh generasi yang kuat di dunia nyata-bukan di dunia virtual.

  • Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *