Bagaimana Cara Membentuk Karakter Anak? Ikuti 16 Tips ini

  • Whatsapp

Inginkah Anda mempunyai anak-anak yang mempunyai karakter-karakter baik, seperti punya rasa tanggung jawab, pemberani, tidak pemalu, amanah, jujur, empati kepada orang lain, tidak egois, penyabar dan seterusnya? Untuk mempunyai karakter-karakter tersebut perlu perencanaan, aksi, monitoring dan evaluasi secara berkesinambungan akan pendidikan karakter anak.

Artikel berikut ini memberikan arahan bagaimana membentuk karakter anak sehiingga anak mempunya karakter-karakter yang baik

1.Buatlah anak terbiasa melakukan kebaikan

Diantara metode paling tepat dalam mendidik anak adalah dengan metode pembiasaan. Maksudnya, membiasakan anak untuk melakukan hal-hal tertentu hingga hal tersebut menjadi kebiasaan bagi dirinya yang akan selalu dia kerjakan tanpa disuruh lagi.

Metode tersebut dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Memberikan keteladanan (contoh) yang baik
  • Talqin atau mendiktekan sesuatu
  • Melakukan pengawasan, dan
  • Memberikan pengarahan

Cara-cara ini telah dan akan selalu menjadi metode yang terbaik dalam mendidik anak

2.Berilah pengarahan, tugas, ataupun perintah kepadanya secara bertahap

Janganlah kita membebani anak dengan sejumlah permasalahan secara sekaligus (dalam waktu bersamaan). Langkah-langkah yang ditempuh secara bertahap ini memiliki pengaruh yang besar terhadap kejiwaan dan respon sang anak, sebab pada umumnya jiwa anak kecil masih halus. Oleh karena itu, upaya untuk memberikan pengarahan kepadanyapun harus dilakukan secara bertahap.

Berusahalah agar arahan tersebut dilakukan dengan cara yang lembut, dengan menggunakan kata-kata yang halus dan sopan serta dibalut dengan senyuman yang tulus. Hendaknya arahan tidak disampaikan dengan ungkapan-ungkapan penghinaan, celaan ataupun sesuatu yang melukai hatinya.

3.Pilihlah waktu yang tepat dalam memberi pengarahan

Pemilihan waktu yang tepat sangat berpengaruh akan efektivitas arahan. Kita dapat menyampaikan arahan-arahan ketika sudah tidak ada lagi aktivitas yang akan dikerjakan sehingga pikiran anak fokus dengan dialog dan arahan kita, misalnya saja ketika sebelum tidur.

4.Berbicaralah dengan anak secara terus terang dan jelas tanpa berbelit-belit.

Sebab berbicara dengan anak kecil dengan pembicaraan yang bersifat langsung dan dengan menggunakan sejumlah informasi yang sudah tersusun rapi, akan menjadikan lebih dapat dipahami dan akan lebih siap untuk diterima

5.Gunakan peristiwa-peristiwa tertentu sebagai media dalam mendidik anak-anak

Yakni, manfaatkanlah suatu momen atau peristiwa tertentu guna memberikan sejumlah pengarahan. Seorang pendidik yang baik tidak akan membiarkan sejumlah peristiwa berlalu begitu saja tanpa ada satu pelajaranpun yang dapat diambil darinya atau tanpa ada satu pengarahanpun yang diberikan kepada anak kita. Hendaknya kita memanfaatkan peristiwa-peristiwa tersebut untuk mendidik jiwa anak serta menanamkan konsep-konsep keimanan.

Pengarahan yang diberikan dengan model seperti ini akan lebih efektif dan akan memberi pengaruh lebih dalam daripada pengarahan dengan menggunakan model-model lain. Sungguh Al-Quran telah menggunakan metode ini. Al-Quran selalu mengomentari sebagian peristiwa yang terjadi saat turunnya ayat-ayat Al-Qur’an dengan menggunakan komentar yang mengandung aspek keimanan dan pendidikan.

Metode ini juga diterapkan oleh Sang Mahaguru bagi manusia, Nabi Muhammad SAW

6.Biasakan anak untuk menghormati perasaan orang lain dan bantulah anak untuk mengetahuinya

Contoh sikap tersebut seperti dengan mengatakan kepadanya

  • Lihatlah bagaiman jadinya ketika kamu memukul dan menyakiti tetanggamu.
  • Lihatlah, saudaramu menjadi menangis karena kamu telah mengambil mainan-mainan miliknya, sehingga dia bersedih karena ulahmu itu.

Dalam hal ini, akan lebih terbantu bila Anda menggunakan gambar sejumlah orang yang berbeda-beda. Seperti orang yang sedih, menangis atau tertawa, kemudian segeralah bertanya kepadanya: “Lihatlah apa yang sedang mereka lakukan?” atau “Mengapa mereka tertawa?”
Dengan cara seperti itu, seorang anak kecil pun akan terlatih untuk mengintrospeksi dirinya, menjauhi sifat egois dan memperhatikan perasaan orang lain

7.Bantulah anak dalam mempelajari (mengenal) hak-hak dan kewajiban-kewajibannya.

Bantulah anak Anda dalam mengenal apa yang berhak diperolehnya dan apa yang harus dilakukannya, serta apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh.

Hal ini harus Anda lakukan dengan penuh kesabaran dan secara terus menerus dengan tetap berusaha untuk menjadikannya dapat merasa bahwa dirinya dihormati dan dihargai. Hubungkanlah upaya Anda itu dengan tetap menjaga sikap disiplin yang baik dan menjauhi sikap memanjakannya.

8.Ajarkan anak sifat amanah

Cara yang terbaik adalah dengan menghormati hak-hak yang dimiliki oleh sang anak. Karena itu, janganlah Anda membiarkan salah seorangpun menzaliminya dengan cara mengambil barang miliknya. Dengan cara ini, maka diapun akan terbiasa menghormati hak-hak orang lain.

9.Berdiskusi dan minta pendapat Anak

Mintalah pendapat anak setelah usianya mencapai 4 tahun dan berdiskusilah dengannya dalam mengambil sejumlah keputusan yang berhubungan dengan dirinya. Anda dapat memulai hal itu dengan cara menjelaskan sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan aspek pembinaan perilakunya.

10.Ajarkan anak untuk mengatas rasa bosan

Misalnya ketika safar dengan membawa buku gambar, buku cerita atau yang lainnya sehingga ketika bosan dapat melakukan aktivitas yang bermanfaat dan hal yang dia sukai

11.Ajarkan anak agar mau bersabar dalam menunggu

Sikap sabar dalam menunggu sesuatu ini dapat mengajarkan kepada anak kecil tentang cara menyikapi berbagai macam tekanan dan penderitaan dengan cara yang lebih baik.

Sebagaimana diketahui, dalam semua jenis pekerjaan yang dilakukan orang dewasa, pasti ada sedikit tekanan atau penderitaan. Oleh karena itu, upaya untuk menunda pemenuhan keinginan-keinginan sang anak merupakan satu kebiasaan yang harus dipraktekkan secara berangsur-angsur.

Jangan Anda merasa bersalah bila Anda telah menyebabkan anak Anda harus menunggu selama beberapa menit. Sebagai contoh, Anda harus tidak mengizinkan anak tersebut untuk memotong pembicaraan Anda dengan orang lain. Ketahuilah bahwa upaya untuk menunggu sesuatu tidak akan membahayakan sang anak selama hal itu tidak menyebabkan dirinya merasa tertekan atau terganggu. Upaya itu justru akan memperkuat keseimbangan perasaanya.

12.Dalam membina perilaku anak, gunakan cara-cara yang sesuai dengan tingkat usia

Ini merupakan tanggung jawab bersama kedua orang tua. Keduanya harus menentukan cara-cara tertentu dalam membina perilaku anak yang sesuai dengan usianya.

Upaya untuk membina perilaku anak dapat dimulai ketika dia sudah memasuki usia saat dia sudah bisa mengesot atau merangkak. Pada waktu-waktu tertentu, terkadang penolakan kita atas permintaannya yang dilakukan dengan menggunakan kata “tidak” akan bermanfaat baginya.

Seorang anak kecil membutuhkan adanya motivator yang berasal dari luar yang dapat mengendalikan dirinya, sehingga diapun akan belajar tentang bagaimana cara mengendalikan dirinya sendiri dan menjadi seorang anak yang berperilaku baik. Selanjutnya diapun akan mencintai Anda, bahkan setelah dia mengetahui bahwa Anda menolak permintaannya.

13.Jangan memberikan perhatian yang berlebihan pada anak-anak

Perhatian yang berlebihan terhadap keluhan-keluhan sang anak kadang justru akan membuka peluang bagi sang anak untuk berusaha mendapatkan perhatian yang melebihi batas yang sewajarnya.

Sikap berpura-pura sakit yang diperlihatkan oleh sang anak terkadang menjadi senjata bagi dirinya agar dirinya selalu diperhatikan. Selanjutnya hal itu akan menjadi kebiasaan buruk yang selalu dipraktekkannya dalam waktu jangka panjang.

14.Ajarilah anak cara mengontrol diri

Maksudnya cara mengendalikan diri dan melakukan perilaku yang baik dan dapat diterima. Anak Anda akan belajar tentang cara menjaga dan mengendalikan dirinya sendiri melalui rasa cinta dan pengawasan Anda terhadap dirinya yang selalu Anda berikan.

Misalkan, membiasakan tidur awal waktu dan tidak bedagang. Anda senantiasa menjaga agar anak Anda tidur awal sehingga bisa bangun pagi tidak kesiangan, selain itu tidur larut malam juga tidak baik untuk kesehatan. Jika ini dibangun terus menerus disertai arahan manfaat tidur awal dan kejelekan yang akan timbul jika begadang, maka akan tertanam dalam jiwa anak bahwa dia harus senantiasa tertib tidur awal demi kebaikannya. Walapun nafsu masih ingin bermain tetapi kalau tidur awal sudah menjadi kebiasaan dan anak sadar manfaatnya, maka dia akan berusaha untuk konsisten dengan sistem nilai yang sudah dia pahami, yakni tidur awal adalah hal yang baik dan perilaku begadang adalah tidak baik

15.Ajarilah anak sikap menghormati dan menghargai orang tuanya

Sikap seperti ini akan melekat pada diri anak Anda bila dia melihat sikap tersebut ada pada diri Anda sendiri. Untuk itu, Anda harus memperlihatkan kepada rasa cinta, sayang, ridha (senang), serta ketaatan Anda kepada suami. Anda juga harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip dialog. Sikap seperti ini juga dapat diperoleh melalui pengarahan yang Anda berikan kepadanya.

16.Bantulah anak mendapatkan teman yang shalih

Berilah motivasi kepadanya agar dia menjalin hubungan persahabatan dengan teman-teman baru, bila Anda menemukan adanya kekurangan pada persahabatannya dengan teman-temannya sekarang.

Bantulah dia untuk menemukan teman pengganti yang shalih, tetapi Anda tidak perlu meminta kepadanya untuk meninggalkan teman-teman lamanya. Peran Anda disini adalah memberikan penjelasan kepadanya tentang adanya kekurangan yang ada dalam hubungan persahabatan yang sedang dijalani.

Demikianlah beberapa point penting untuk membangun anak agar mempunyai karakter yang baik. Sadarilah betul bahwa masa anak-anak merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, jika Anda melewatkannya begitu saja, tidak menutup kemungkina Anda akan menyesal berkepanjangan.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita dan anak-anak kita sehingga diberi ilmu yang bermanfaat dan kemampuan untuk mengamalkannya

Referensi: 100 Ide cemerlah dalam mendidik anak, Iman Al-Mahdawi

  • Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *