Ajarkan Anak Kita Shalat dan Bersabarlah

  • Whatsapp
Mengajari anak shalat
Ilustrasi (Sumber gambar: pixabay.com)

Shalat merupakan ibadah yang sangat agung, kedudukannya sangat penting dalam agama Islam. Diantara bukti agungnya ibadah shalat adalah

  • Shalat merupakan rukun Islam ke-2 setelah syahadat.
  • Shalat merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab, jika shalatnya baik maka amalan yang lain akan menjadi baik.
  • Shalat merupakan ibadah yang pensyariatannya langsung dimana dalam peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah dipanggil langsung menghadap Allah untuk menerima perintah shalat
  • Shalat dapat menjauhkan perbuatan keji dan munkar
  • Dan lain sebagainya

Ajarkan anak shalat sejak kecil

Islam memprogramkan pengajaran pelaksanaan shalat setidaknya 3 tahun lamanya, dari usia anak 7 sampai dengan 10 tahun. Tiga tahun bukan waktu yang sebentar, seharusnya dengan waktu sepanjang itu anak sudah stabil dan istiqamah dalam mengerjakan shalatnya. Rasulullah saw bersabda:

مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِيْنَ

Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat)!

Kalau kita hitung selama tiga tahun berarti orang tua mempunyai kesempatan 355 x 3 x 5=5325 kali untuk memerintahkan shalat. Bayangkan! Kita memerintahkan sebanyak 5325 kali untuk sebuah aktivitas, seharusnya anak-anak dengan jumlah pelaksanaan sebanyak itu, shalat sudah menjadi rutinitas yang kalau ditinggalkan akan terasa ada yang hilang.

Ini bisa jadi bahan renungan untuk orang tua yang merasa putus asa karena anaknya yang sudah baligh sulit untuk shalat atau malah tidak sholat. Mungkinkah fase latihan tadi dilewatkan?

Jadi bersabarlah wahai orang tua dalam mengajarkan anak hingga terbiasa shalat secara mandiri, sudahkah kita melakukan pengulangan sebanyak itu dalam memerintahkan buah hati kita untuk sholat?

Selain dengan bersabar dalam mengajarkan shalat, jangan lupa agar kita rajin berdoa seperti yang Nabi Ibrahim AS, bapaknya para Nabi, telah contohkan

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.(Ibrahim: 40)

Pengajaran shalat yang terbaik dengan contoh dari orang tua

Anak-anak kita senantiasa mengamati keseharian kita, kalau Umi rutin shalat 5 kali sehari, tentu anak-anaknya menyaksikan bahwa orang tuanya sebagai role model (panutan) melakukan shalat. Sebagai anak kecil mereka akan meniru begitu saja, sebagai manusia mereka akan merasakan bahwa hidup mereka tidak sempurna kalau tidak mengerjakan sebuah aktivitas seperti yang umi kerjakan, yakni mengerjakan shalat.

Belum lagi contoh dari Abinya, ketika terdengar adzan maka aktvitas dihentikan dan segera mengambil air wudlu kemudian berangkat ke masjid. Contoh nyata dari orang tua dalam pelaksanaan shalat tentu lebih menghujam dalam qalbu anak-anak kita.

Melihat kenyataan ini, orang tua tentu harus punya lebih keseriusan menjadwalkan waktu untuk bersama anak-anaknya sehingga sosok role model lebih terlihat dalam mata anak-anak kita. Maka hal yang sangat menyedihkan jika kedua orang tuanya lebih banyak waktu diluar, Abi dan uminya sama-sama bekerja berangkat pagi pulang malam, lalu anak akan mencotoh role model siapa? Televisikah? tontonan di Youtube kah?

  • Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *