10 Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Mendidik Anak

  • Whatsapp
Kesalahan dalam mendidik anak

Pernahkan Anda menjumpai anak dengan karakter yang lemah? Manja, penakut, minder, tidak percaya diri dan yang semisalnya? Tidak sedikit terbentuknya karakter anak yang kurang baik disebabkan oleh kesalahan orang tua dalam mendidiknya.

Berikut ini 10 kesalahan orang tua dalam mendidik anak-anaknya yang harus dihindari

1.Cara berinteraksi yang tidak tepat.

Jangan berinteraksi dengan anak dengan cara yang digunakan oleh kedua orang tua Anda ketika dulu mereka berinteraksi dengan Anda, tanpa berpikir terlebih dahulu tentang baik buruknya.
Terkadang hal ini akan membawa Anda pada sejumlah kesalahan yang dapat merusak kejiawaan anak. Ketahuilah bahwa untuk setiap generasi, ada cara tertentu yang cocok dengan mereka. Umar bin Khaththab ra berkata: “Didiklah anak-anak kalian dengan metode pendidikan yang berbeda dengan metode pendidikan yang kalian terima (dari orang tua kalian), karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk (untuk hidup) pada suatu zaman yang berbeda dengan zaman kalian

2.Memberi kesempatan anak untuk ‘ngeles’

Jangan Anda lontarkan pertanyaan atau komentar ketika Anda memerintahkan kepada Anak. Seperti dengan mengatakan kepadanya “Mengapa engkau tidak membereskan kembali mainanmu Nak?” Sebab nanti dia akan menjawab dan mencari-cari alasan. Dalam hal ini, cukup bagi Anda untuk memerintahkan anak membereskan kembali mainannya, tanpa memberi kesempatan anak untuk ‘ngeles’ atau mencari-cari alasan

3.Tidak menegur kesalahan anak ketika sedeng momen bergembira

Jika Anda telah memutuskan untuk menemani anak Anda atau untuk keluar rumah bersama suami Anda dengan tujuan untuk menghabiskan waktu bersenang-senang bersama anak Anda, maka hendaknya waktu yang telah dikhususkan ini benar-benar menjadi waktu yang menyenangkan. Akan tetapi, hal ini tidak berarti Anda tidak perlu memikirkan upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip pembinaan perilaku sang anak. Jika sang anak memperlihatkan perilaku yang tidak baik, Anda harus mengingatkannya akan batas-batas (aturan-aturan) yang harus dia taati dan tidak boleh dilanggar.

4.Menghindarkan anak mengahadapi tantangan kehidupan

Sebagai contoh, keluar rumah guna memasuki kehidupan kampus (sekolah) dianggap sebagai bagian dari tekanan-tekanan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Kesempatan-kesempatan seperti ini dapat menjadikannya mampu untuk memecahkan berbagai masalah yang dia hadapi. Berusahalah untuk selalu menjadi orang yang dekat dengannya dan siap memberikan bantuan kepadanya bila memang diperlukan. Akan tetapi, janganlah Anda membantu anak Anda dalam melakukan sesuatu bila dia masih mampu melakukannya sendiri. Anda harus menjadikan hidupnya lebih realistis dan alami sesuai dengan kodratnya, yaitu dengan cara membiarkan dia melakukan sendiri pekerjaan (tugas) yang masih bisa diembannnya. Hal itu lebih baik daripada Anda harus mengerahkan segenap daya upaya Anda untuk memberikan sebesar mungkin bantuan dan kesenangan kepadanya.

Ketahuilah bahwa kemampuannya untuk menyesuaikan diri (dengan lingkungan) dan rasa percaya diri yang dimilikinya akan menjadikannya lebih giat, kemudian diapun akan mengambil pelajaran berharga dari eksperimen-eksperimen yang telah dia lakukan

5.Memuji anak berbarengan dengan celaan atau ejekan

Seperti dengan mengatakan kepadanya: “Kemampuanmu dalam materi qowaid (grammer) bagus, tetapi kamu perlu usaha lebih keras dalam materi imla (mendikte). Yang tepat adalah dengan memberikan kesempatan agar dia dapat merasakan kesuksesan (dengan pujian tersebut) terlebih dahulu sebelum dia merasakan kegagalannya

6.Mendiskusikan masalah anak dihadapan orang lain

Sebab kritikan yang pedas terhadap anak dan perilaku buruknya, apabila dilontarkan dihadapan orang-orang lain merupakan kesalahan besar yang dapat membangkitkan rasa dengki dan hasad dalam hatinya.

Dalam hal ini, cukuplah bagi Anda untuk memberikan isyarat akan kesalahannya dengan cara yang tidak kentara. Ini merupakan sebuah adab yang telah diajarkan kepada kita oleh sang pendidik umat, Nabi Muhammad saw. Sungguh beliau selalu menggunakan isyarat dan sindiran dalam memberikan kritikan, dan tidak melakukannya secara terang-terangan. Diriwayatkan bahwa Beliau pernah bersabda: “Bagaimanakah jadinya jika kaum-kaum melakukan ini dan itu”

7.Marah, berteriak dan tidak tenang dalam menghadapi anak-anak

Hindarilah sikap suka berteriak, karena bisa jadi sikap seperti itu akan diikuti oleh anak Anda ketika menyikapi berbagai macam masalah dan ketika berinteraksi dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Ketika melihat tindakan (perilaku) apa pun pada Anak, janganlah Anda menyikapinya dengan cara memukulnya, bahkan ketika Anda menyikapi pertengkaran-pertengkaran yang dilakukannya yang dapat mengganggu kenyamanan Anda.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa ada hubungan erat antara anak kecil yang suka membuat kegaduhan dan banyak bergerak dengan ibu yang selalu berteriak dan suka memberikan ancaman, dan bahwa kemarahan ibu memiliki pengaruh yang lebih kuat dan lebih besar terhadap proses pembentukan kepribadian sang anak daripada kemarahan ayah.

8.Memperlihatkan rasa putus asa dalam memperbaiki kepribadian anak-anak

Sebab hal itu akan memperkuat keinginannya untuk membangkang. Perlu diketahui bahwa putus asa terhadap rahmat Allah merupakan wujud prasangka buruk terhadap-Nya yang dapat mengurangi kesempurnaan tauhid.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Barangsiapa yang berputus asa dari rahmat Allahm maka sungguh dia telah berprasangka buruk terhadap-Nya.
Oleh karena itu berbaik sangkalah Anda kepada Allah. Ketahuilah bahwa setiap hari baru yang muncul dalam kehidupan kalian akan membawa satu kesempatan baru yang dapat menjadikan Anda lebih dekat dengan anak Anda daripada hari-hari sebelumnya serta dapat membantu Anda dalam mengenali potensi-potensi dan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya.

9.Memuji secara berlebihan

Sesuai dengan tabiatnya, anak kecil memang memerlukan adanya pujian, tetapi pujian itu harus diberikan kepadanya tanpa berlebihan. Pujilah perilakunya yang baik serta ketaatannya kepada Allah dan kedua-orangtuanya.

Berilah juga dorongan kepadanya untuk melakukan hal-hal baru dan menekuni tugas-tugas yang sulit. Akan tetapi, biasakanlah dia untuk melakukan hal-hal tertentu yang menurut dia sendiri memang perlu dilakukan, sebab rasa percaya diri dan rasa optimis dapat meraih keunggulan akan muncul dalam diri anak melalui pekerjaan-pekerjaan yang memang dibanggakan.

Adapun pujian yang diberikan kepada anak kecil ketika dia sedang melakukan pekerjaan terkadang dapat menjadikannya berhenti dari pekerjaan tersebut, yaitu ketika dia sudah sampai pada satu tahap tertentu dimana dirinya ingin menerima pujian lebih besar.

Oleh karena itu, hendaklah kita memuji anak-anak kita secara seimbang (proporsional) dan pada waktu yang tepat.

10.Terlalu memanjakan anak

Sikap memanjakan anak secara berlebihan akan membuat tertanamnya sifat egois dalam diri anak. Selain itu, sikap tersebut juga dapat membuat anak tidak memiliki rasa tanggung jawab dan membuatnya selalu tergantung pada orang lain. Sikap tersebut juga membuat anak tidak dapat menyikapi kegagalan dengan baik, karena dia merasa bahwa masyarakat dan orang-orang disekitarnya akan dapat menerima apapun yang dilakukan olehnya. Oleh karena itu, Anda harus mengurangi rasa cinta Anda yang berlebihan terhadap anak. Hal itu dimaksudkan agar kecintaan orang tua tidak dijadikan oleh anak sebagai tameng bagi dirinya dalam melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Jika hal itu dibiarkan, maka sang anak akan memiliki watak yang keras dan karakter yang tidak baik

Demikianlah 10 kesalahan orang tua dalam mendidik anak. Mudah-mudahan Allah memberikan kepada kita semua anak-anak yang shalih-shalihah, berkarakter baik dan menjadi penyejuk pandangan mata kita, amiin

Referensi: 100 Ide cemerlah dalam mendidik anak, Iman Al-Mahdawi

  • Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *